Mengenal Bahasa Pemrograman Kotlin untuk Android

Mengenal Bahasa Pemrograman Kotlin

Mengenal Bahasa Pemrograman Kotlin – Hello guys, sobat androidays.com yang semoga selalu sehat dan selalu dalam keberkahan serta lindungan Allah yang maha kuasa. Kali ini admin akan membahas salah satu bahasa baru yang saat ini cukup populer di kalangan programmer android yaitu Kotlin. Ya, bagi sebagian kalian mungkin sudah mengenal bahasa pemrograman kotlin atau setidaknya pernah mendengar tentang kotlin, namun bagi yang kalian benar-benar yang beru pertama kali ingin belajar menjadi android developer pemula tentu ini menjadi hal yang sangat menarik untuk menambah wawasan anda sebagai programer android pemula. Hmmm sudah mulai penasaran yah?? Oke yuk mari kita simak materi pengenalan bahasa pemrograman kotlin untuk android dibawah ini.

Apa itu Kotlin?

Mungkin bagi sebagian android developer sudah mngetahui kotlin. Kotlin adalah bahasa pemrograman yang pada awalnya dikembangkan oleh perusahaan Jetbrains, perusahaan di balik inteliJ IDEA. Proyek yang dikembangkan sejak 2010 ini bersifat open-source. Nama Kotlin sendiri adalah nama pulau di Rusia, yang kemudian ditetapkan sebagai nama bahasa pemrograman yang mereka kembangkan. Pulau tersebut memang letaknya tidak jauh dari markas tim programmer Jetbrains yang terletak di Saint Petersburg, Rusia. Kotlin merupakan proyek bahasa pemrograman statically typed yang menargetkan JVM, Android, JavaScript dan Native. Bahasa Kotlin pertama kali dirilis pada bulan Februari 2016 dengan versi 1.0. Versi Kotlin pada saat ini sudah mencapai 1.3.60 per rilis 18 November 2019.

Kotlin dikembangkan oleh lebih dari 50 developer pimpinan Andrey Breslav. Mereka semua terinspirasi dari bahasa pemrograman yang sudah ada seperti JavaScript, Java, Scala, C# dan juga Groovy. Apa yang membedakan? Salah satunya, JetBrains memastikan bahwa Kotlin sangat mudah dipelajari. Kotlin dapat digunakan secara gratis, karena merupakan proyek open-source dan dikembangkan di bawah lisensi Apache 2.0. Saat ini Kotlin perkembangan kotlin semakin pesat setelah perusahaan raksasa Google memberikan bantuan/support untuk pemgembangan bahasa pemrograman tersebut.

Kotlin didukung juga oleh beberapa IDE, seperti IntelliJ IDEA, Android Studio, Eclipse, dan NetBeans. Bahkan Android Studio sejak versi 3.0 telah didukung langsung untuk bahasa pemrograman Kotlin. Anda pun bisa menggunakan perintah terminal untuk mengkompilasi dan menjalankan Kotlin. Begitu pula untuk build tools. Pada JVM kita bisa menggunakan Gradle, Maven, Ant, atau Kobalt. Tersedia juga beberapa build tools yang menargetkan JavaScript.

Kotlin memiliki kode sumber yang bisa kalian akses di laman GitHub-nya. Apabila kita ingin berkontribusi dalam pengembangan dengen mencari bug kemudian memberikan solusi nya maka kita bisa mengirimkan pull request ke repository-nya.

Kotlin Untuk Android

Android Kotlin
Android Kotlin

Kotlin merupakan bahasa modern yang sangat cocok bagi para pengembang aplikasi android. Mengutip dari situs dokumentasi resmi Kotlin, dapat diambil beberapa keuntungan dan kelebihan Kotlin diantaranya:

  1. Kompatibilitas: Kotlin sepenuhnya kompatibel dengan JDK 6, memastikan bahwa aplikasi Kotlin dapat berjalan pada perangkat Android yang lebih lama tanpa masalah. Perkakas Kotlin didukung sepenuhnya di Android Studio dan kompatibel dengan sistem build Android.
  2. Kinerja: Aplikasi Kotlin berjalan secepat aplikasi Java yang setara, berkat struktur bytecode yang sangat mirip. Dengan dukungan Kotlin untuk fungsi inline, kode menggunakan lambdas sering berjalan lebih cepat daripada kode yang sama yang ditulis di Jawa.
  3. Interoperabilitas: Kotlin 100% dapat dioperasikan dengan Java, memungkinkan untuk menggunakan semua perpustakaan Android yang ada dalam aplikasi Kotlin. Ini termasuk pemrosesan anotasi, jadi penyatuan data dan Belati juga berfungsi.
  4. Footprint: Kotlin memiliki pustaka runtime yang sangat ringkas, yang dapat dikurangi lebih lanjut melalui penggunaan ProGuard. Dalam aplikasi sebenarnya , runtime Kotlin hanya menambahkan beberapa ratus metode dan kurang dari 100K ke ukuran file .apk.
  5. Waktu Kompilasi: Kotlin mendukung kompilasi inkremental yang efisien, jadi sementara ada beberapa overhead tambahan untuk build bersih, build inkremental biasanya lebih cepat atau lebih cepat daripada dengan Java .
  6. Kurva Belajar: Untuk pengembang Java, memulai dengan Kotlin sangat mudah. Konverter Java to Kotlin otomatis yang disertakan dalam plugin Kotlin membantu dengan langkah-langkah pertama. Kotlin Koans menawarkan panduan melalui fitur-fitur utama dari bahasa tersebut dengan serangkaian latihan interaktif.

Pengembangan aplikasi pada Android dengan menggunkan bahasa pemrogrman Kotlin akan menjadi lebih produktif jika memanfaatkan beberapa tools yang tersedia seperti:

  1. Kotlin Android Extensions
    Kotlin Android Extensions merupakan sebuah ekstensi yang memungkinkan kita untuk menghapuskan pemanggilan findViewById() pada saat proses binding view dalam kode. Ia akan tergantikan properti yang dihasilkan oleh kompiler sintetis.
  2. Anko
    Anko adalah sebuah library yang menyediakan kumpulan wrapper untuk API Android, serta DSL (Domain Spesific Language) yang memungkinkan kita mengganti file .xml layout kita dengan kode Kotlin.
  3. Android KTX
    Android KTX membuat pengembangan aplikasi Android dengan Kotlin lebih ringkas, menyenangkan, dan idiomatis berkat fitur-fitur Kotlin.

Karakteristik Kotlin

  1. Modern and Concise,

Bahasa modern kemudian ringkas untuk dituliskan, begitulah Kotlin dikenal. Ya benar, kotlin mampu memangkas berbaris-baris kode menjadi hanya beberapa baris saja. Bagi programmer, ketika membangun sebuah aplikasi yang kompleks tidak menutup kemungkinan dalam membuat satu fitur pun dapat menghabisakan berbaris-baris kode dalam penulisannya. Kemudian pada kasus lain ketika seorang programmer masuk menjadi anggota baru sebuah tim pengembang aplikasi, tentu yang pertama dilakukan adalah mempelajari kode. Karakteristik kode yang ringkas dari Kotlin merupakan suatu keuntungan yang tentu sangat disukai kebanyakan programmer hal ini karena akan membuat programmer menjadi lebih singkat dan cepat dalam menulis ataupun membaca kode.

Kotlin tidak memerlukan semicolon atau tanda titik koma (;). Hal tersebut adalah salah satu ciri dari Kotlin. Sederhana, tapi tak jarang programer dibuat pusing karena lupa menambahkan semicolon di akhir kode ketika ngoding dengan Java.

  1. Pragmatic

Bahasa pemrograman pragmatic yaitu bahasa pemrograman yang mampu mengatasi masalah dengan praktis. JetBrains menambahkan dukungan Kotlin pada IntelliJ IDEA beserta plugin-plugin yang disesuaikan dengan setiap fitur yang ada pada Kotlin.

Plugin yang disediakan memudahkan dan memberi tahu programer untuk mempelajari fitur-fitur pada Kotlin. Pada Kotlin ketika kita melakukan copy-paste kode  Java pada proyek yang dibangun menggunakan Kotlin maka kita bisa mengkonversi kode Java menjadi Kotlin secara otomatis. Hal tersebut membuat kita secara tidak langsung bisa belajar seperti apakah jika sebuah kode pada Java dituliskan dengan Kotlin. Selain itu, IntelliJ IDEA mampu menampilkan peringatan pada sebuah kode yang penulisannya kurang tepat. Tak hanya itu, setiap peringatan selalu disertai dengan saran perbaikan. Tentunya kita akan belajar bagaimana seharusnya sebuah kode dituliskan pada Kotlin dan bagaimana kita bisa menulis kode yang bersih dan mudah dibaca.

Artikel Menarik Lainnya
Aplikasi Convert VideoPengenalan Sistem Operasi Android
Cara Nonton Netflix Indihome dan Telkomsel Aplikasi Ojek Online

Nah , sobat androidays.com demikian materi tentang Mengenal Bahasa Pemrograman Kotlin Untuk Android , menarik bukan? Hehe, kesimpulannya bahwa Kotlin merupakan salah satu bahasa modern yang di kembangkan oleh perusahaan Jerbrains untuk menciptakan bahasa yang ringkas dalam penulisannya. Kotlin juga telah didukung penuh oleh Google dalam pengembangannya. Bahkan pada acara Google I/O 2019 lalu, Google menetapkan Kotlin sebagai bahasa pemrograman nomor 1 (satu) untuk Android. Hampir semua update pada Android saat ini sudah menggunakan Kotlin pada dokumentasinya. Tim Android juga merilis Android Jetpack yang merupakan sekumpulan library yang dapat digunakan untuk memanfaatkan fitur bahasa Kotlin dengan lebih advanced.

Oke, guys, sekian dulu ya, materi untuk kali ini. Pantau terus bagi kalian yang selalu ingin tahu materi-materi Cara Belajar Membuat Aplikasi Android Untuk Pemula ikutin terus update artikelnya di androidays.com. Good bye and see you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *