Mempelajari macam-macam layout pada Android Studio

Mempelajari macam-macam layout

Mempelajari macam-macam layout – Hello guys, sobat androidays.com kembali lagi kita akan membahas tentang programming android. Kali ini kita akan Mempelajari macam-macam layout pada Android Studio yang sering digunakan saat pembuatan aplikasi. Secara umum layout memiliki fungsi untuk membuat tampilan antar muka pengguna yang pastinya akan digunakan untuk mempermudah pengguna menggunakan dan menjalankan fungsi-fungsi pada aplikasi. Nah, pada materi kali ini kita akan membahas beberapa layout yang sering digunakan untuk membangun UI (User Interface) pada aplikasi android. Simak terus materi berikut ya.

Pengertian Layout

Menurut https://developer.android.com, Layout menentukan struktur untuk antarmuka pengguna di aplikasi Anda, seperti di dalam aktivitas. Semua elemen pada layout  dibuat menggunakan hierarki objek View dan ViewGroup. View biasanya menggambar sesuatu yang pengguna bisa melihat dan berinteraksi dengannya. Sedangkan ViewGroup adalah container yang tidak terlihat yang menentukan struktur layout untuk View dan objek ViewGroup lainnya.

Jadi layout adalah tampilan berupa tata letak di Android untuk mengatur penempatan teks, gambar, ataupun komponen lainnya sehingga tampilan pada aplikasi yang dibuat terlihat interaktif, rapi, nyaman dan tentunya user friendly untuk pengguna. Pada layout ini lah kita dapat mengatur seperti apa tema dan warna dari aplikasi yang akan kita bangun. Hal ini akan menjadi sangat penting karena desain aplikasi akan mempengaruhi nilai jual dan nilai guna aplikasi itu sendiri. Berikut adalah contoh macam-macam layout yang umum digunakan di Android Studio.

1. Linear Layout

LinearLayout adalah sekelompok tampilan yang menyejajarkan semua anak dalam satu arah, secara vertikal atau horizontal. Anda bisa menetapkan arah layout dengan  atribut android:orientation. Semua anak LinearLayout akan ditumpuk satu sama lain, sehingga daftar vertikal hanya akan memiliki satu anak per baris, berapa pun lebarnya, dan daftar horizontal hanya akan setinggi satu baris (tinggi anak yang tertinggi, ditambah pengisi). LinearLayout mematuhi margin antara anak dan gravitasi (sejajar kanan, tengah, atau kiri) setiap anak (https://developer.android.com). Linear layout termasuk layout yang sangat mudah untuk digunakan hal ini karena peletakkannya cukup sederhana jika kita akan menyusun view atas dan bawah maka kita cukup menggunakan linear layout vertikal dan jika kita akan menyususn view bersebelahan maka gunakan linear layout yang berorientasi horizintal. Namun penggunaan Linear layout pada susunan desain yang complex tidak disarankan karena dapat membuat tumpukan layout yang begitu dalam. Banyaknya tumpukan layout/ hirarki bertingkat yang cukup banyak akan menyebabkan performa aplikasi menurun.

Mempelajari macam-macam layout linearlayout
Linier Layout

2. Relative Layout

Relative Layout menurut https://developer.android.com, yaitu grup tampilan yang menampilkan tampilan turunan di posisi relatif. Posisi setiap tampilan dapat ditentukan sebagai posisi relatif terhadap elemen yang setara (seperti di sebelah kiri atau di bawah tampilan lain) atau di posisi relatif terhadap RelativeLayout induk (seperti sejajar dengan bagian bawah, kiri, atau tengah). RelativeLayout sangat efektif untuk mendesain antarmuka pengguna karena dapat menghilangkan grup tampilan bertingkat dan menjaga hierarki tata letak Anda tetap sederhana, sehingga meningkatkan performa. Jika ternyata kita menggunakan beberapa grup LinearLayout bertingkat, kita dapat menggantinya dengan RelativeLayout tunggal. Dari pengertian tersebut dapat kita maknai bahwa relative layout dapat
menyederhanakan penggunaan linear layout bertingkat demi meningkatkan performa aplikasi. Bagi admin penggunaan relative layout sangat lah mudah, kita dapat menaruh view disebelah kanan atau kiri dengan kunci android:layout_toRightOf (untuk sebelah kanan view lain) dan android:layout_toLeftOf (untuk sebelah kiri view lain). Untuk peletakan view sejajar yang bersebelahan maka menggunkan id dari view yang akan menjadi referensi dari view yang akan kita atur. Pelajari selengkapnya disini.

Mempelajari macam-macam layout relativelayout
Relative Layout

3. Constraint Layout

ConstraintLayout memungkinkan kita membuat tata letak yang kompleks dan besar dengan hierarki tampilan datar (tidak ada kelompok tampilan bertingkat). ConstraintLayout mirip dengan RelativeLayout yang semua tampilannya diletakkan sesuai dengan hubungan antara tampilan yang setara dan tata letak induk, tetapi lebih fleksibel dari RelativeLayout dan lebih mudah digunakan dengan Layout Editor Android Studio. Semua kecanggihan ConstraintLayout tersedia langsung dari fitur visual Layout Editor, karena API tata letak dan Layout Editor dibuat khusus untuk digunakan dengan satu sama lain. Jadi, kit dapat membuat tata letak menggunakan ConstraintLayout sepenuhnya dengan menarik lalu melepas, dan bukan dengan mengedit XML. Constraint layout menurut admin adalah layout yang paling fleksibel. Walaupun hampir mirip dengan relatif layout namun untuk urusan mendesain xml/desain yang kompleks penggunaan constraint layout lebih direkomendasikan. Untuk menempatkan posisi view kita tinggal menyambungkan antara sisi dua view yang akan kita atur. Untuk menentukan posisi tampilan di ConstraintLayout, kita harus menambahkan minimal satu batasan horizontal dan satu batasan vertikal untuk tampilan tersebut.

constraint-fail_2xconstraint-fail-fixed_2x

Artikel Menarik Lainnya
Membuat Aplikasi Android Studio PertamaCara Install Android Studio pada Windows
Cara Membuka Situs Yang di BlokirGame Android Penghasil Uang

Penutup

Berikut diatas merupakan bebrapa contoh layout-layout yang sering dijadikan sebagi pondasi dalam membuat desain xml di Android Studio. Sebagai developer kita dapat memilih layout mana yang akan kita gunakan bergantung pada kondisi dan kebutuhan yang kita perlukan. Semua layout diatas memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun saat ini Constraint Layout adalah teknologi terbaru yang ada di Android Studio. Constraint Layout diciptakan untuk mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi yang memiliki antarmuka yang cukup kompleks. Maka, jangan bingung mau memilih yang mana, alangkah baiknya kita pelajari satu per satu sehingga jikalau kita dituntut dalam pembuatan menggunakan salah satu layout diatas maka sudah siap. Sekian materi mengenai “Mempelajari macam-macam layout pada Android Studio“, jika ada kurang dan lebihnya admin minta maaf dan terimakasih sudah menyimak materi ini hingga usai. Tetap semangat dan see you next time…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *